Perang Jagaraga 1846 -1849

Perang Jagaraga 1846 -1849

I Gusti Ketut Jelantik sebagai Pahlawan Nasional adalah sebagian kecil saja daripada usaha-usaha banyak pihak mengenang kembali kehadirannya dan peranannya dalam Palagan Jagaraga berabad yang lalu. Lebih dari sekadar seorang pahlawan yang dikagumi Jelantik sebenarnya adalah pembela kemanusiaan dan seorang patriot yang memperjuangkan eksistensi yaitu kehormatan dan cara hidup suatu kelompok kehidupan yang telah bertahan ribuan tahun lamannya. Orang yang memasang nyawanya lebih rendah daripada kehormatannya sebagai bangsa, terasa sangat menyentuh pada waktu melontarkan kata-katanya yang tajam kepada Residen Besuki, di Istana Singaraja beberapa saat sebelum Perang Buleleng 1866 " Belanda baru boleh melakukan apa maunya terhadap Buleleng, jika telah melangkahi mayat saya".

Karya : Dr. Soegianto Sastrodiwiryo
Ukuran : A5 - 248 hal
Harga : 50.000
Berat +- : 400 g

www.tokopedia.com/mbukubali
www.shopee.com/mbukubali
www.bukalapak.com (cari : m buku bali)
wa : 081936023593

#mbukubali #bukubali #bukuhindu #bukuSejarahBali #bukuSejarahBuleleng #bukuJagaraga #bukuPerangJagaraga