Tampilkan postingan dengan label m book. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label m book. Tampilkan semua postingan

Panorama Bedugul edisi 42 Bali Buku Foto

 Panorama Bedugul edisi 42

Bali Buku Foto

Buku foto yang menampilkan foto-foto. 


Beberapa panorama alam ini sempat diabadikan melalui foto-foto yang mungkin bisa memberikan sedikit gambaran bagi kita bagaimana keadaan yang ada di Bedugul dan sekitarnya. Mungkin banyak orang menjadikan tempat ini sebagai tempat favorit untuk kunjungan di hari libur. Foto tahun 2021.


Karya  :  Nyoman Martawan

Ukuran : A6 (15x13cm)- 38 hal

Harga : 50.000

Berat +- : 200 g


wa https://wa.me/6281936023593

www.tokopedia.com/mbukubali

www.shopee.com/mbukubali

www.bukalapak.com (cari : m buku bali)

lokasi : https://maps.app.goo.gl/xzo9Tq9LWyshe9EY6


#mbukubali #bukubali  #bukuFoto #bukubedugul




Pesta Kesenian Bali 2009

Pesta Kesenian Bali 2009  BELI 

Buku Foto ini hanya menampilkan foto-foto saja, keterangan tidak dibuat secara mendetail seperti buku bacaan. Pesta Kesenian Bali (PKB) merupakan ajang unjuk kebolehan seni baik dari Bali, nusantara ataupun internasional.  PKB tahun 2009 ini memasuki usia yang ke-31. Tema yang diambil dari PKB 2009 ini adalah Mulat Sarisa yang mengandung arti kembali ke jati diri menuju kemuliaan bangsa dan negara. Acaranya berlangsung dari tanggal 13 Juni sampai 11 Juli 2009 .

Stok 1
Karya : Nyoman Martawan
Ukuran : A4
Harga : 280.000

BIsa langsung pesan di : https://www.tokopedia.com/mbukubali
WA : 081936023593


Pesta Kesenian Bali 2008

Pesta Kesenian Bali 2008

Buku Foto ini hanya menampilkan foto-foto saja, keterangan tidak dibuat secara mendetail seperti buku bacaan.  Pesta Kesenian Bali (PKB) merupakan ajang unjuk kebolehan seni baik dari Bali, nusantara ataupun internasional.  PKB tahun 2008 ini memasuki usia yang ke-30 dengan tema “Citta Wretti Nirodha”, Pengendalian Diri Menuju Keseimbangan  dan Keharmonisan. Acaranya berlangsung dari tanggal 14 Juni sampai 12 Juli 2008.

Stok 1
Karya : Nyoman Martawan
Ukuran : A4
Harga : 292.000

BIsa langsung pesan di : https://www.tokopedia.com/mbukubali
WA : 081936023593


mapetekan dan Malajah Aksara Bali

Akhirnya selesai juga buku mapetekan dan Malajah Aksara Bali di Bali pada 23 Agustus 2016. Terima kasih semuanya!!!

Gending Rare BAli

Akhirnya selesai juga bukunya.

Geding Rare Bali dan Lagu Anak-anak
10 x 10 cm
72 halaman

Di Bali pada 13 Agustus 2016


Ngusaba Kehen Bangli

Hasil nginep di Bangli.
Suksma Gebog Domas Pura Kehen Bangli di Bali pada 18 Desember 2015.


Buku Instagram

Buku foto Instagram.
Ayo yang mau bikin!




Bermain, Bukan Main-main

Ini adalah salah satu buku foto saya "Bermain, Bukan Main-main" masih dengan suasana Bali.
Banyak teman-teman menganggap diri saya main-main saat hunting hanya membawa kamera hp saja, tapi saya yakinkan saya tidak main-main. Saya hanya menantang diri sendiri untuk memaksimalkan kamera yang ada, walau itu kamera hp. Hp yang saya pakai Omn 2 dengan 5 Mpxl.

Terima kasih yang sudah menganggap saya main-main!!!


Bidadari di Bali

Setelah menunggu sekian lama akhirnya selesai juga buku foto saya. BIDADARI DI BALI

Berisikan foto-foto wanita Bali dengan budayanya. Semula berkeinginan untuk judulnya 'Bidadari Pulau Sorga'.
Tapi saya urungkan niat itu :
Hanya dulu Bali disebut dengan hal-hal seperti itu. Bali pulau dewata, Bali Sorga (paradise), wanita Bali cantik tanpa baju. Lihatlah sekarang semua telah berubah! Tapi hanya satu yang tidak berubah dari wanita Bali. Mereka selalu berbudaya, dialah BIDADARI dan sorga itu tetap melekat pada dirinya.



Karya Pura Bale Agung Baturiti

Akhirnya selesai juga.
m photo 31, Karya Pura Bale Agung Baturiti di Bali pada 24 Juni 2015.


Karya Pura Dalem Baturiti

Akhirnya selesai juga bukunya, m photo-30 edisi Karya Pura Dalem Baturiti di Bali pada 22 Mei 2015.

Ngalih Insfirasi

Ngalih Insfirasi,
m book edisi 29 Februari 2015.

Memulai dengan 'watermark' baru.


Pawai PKB 2006-2016

Di sini kadang saya merasa senang
edisi 28 - Februari 2015, Pawai PKB 2006-2014. Parade Pesta Kesenian Bali (PKB) dari tahun 2006 sampai 2014, foto-foto diluar panggung utama.


Patulangan Ngaben

Setelah 6 tahun akhirnya selesai juga buku ini di Bali pada 29 Desember 2014.
m photo edisi 27 - Patulangan Ngaben.
Semoga bermanfaat.


Snapshot Singapore

Akhirnya selesai juga m photo edisi 26 di Bali pada 19 November 2014.
Terima kasih atas semuanya.


Pesta Kesenian Bali 2016

Syukur kepada Ida Sanghyang Widi Tuhan Yang Maha Esa atas anugerah yang diberikan kepada kita semua. Semoga kita bisa menjalani kehidupan ini lebih baik. Tak lupa juga terima kasih atas selesainya pengerjaan buku foto ini.
Pesta Kesenian Bali (PKB) pertama dilaksanakan tahun 1979. Konon waktu itu diadakan selama dua bulan. Kali ini tahun 2016 merupakan PKB XXXVIII atau yang ke-38. PKB merupakan ajang unjuk kebolehan seni Bali khususnya dan dunia umumnya. Tidak hanya Bali yang menunjukan kebolehan seni di sini, tapi juga dari Indonesia bahkan dari luar negeri.
Tema yang diambil dari Pesta Kesenian tahun 2016 ini adalah Karang Awak, Mencintai Tanah Kelahiran. Acaranya berlangsung dari tanggal 11 Juni sampai 9 Juli 2016 selama sebulan. Berbagai pertunjukan seni ditampilkan baik itu berupa parade maupun perlombaan. Seluruh Kabupaten/Kota Bali ikut memeriahkan acara ini.
Pawai pembukaan dilaksanakan berparade di areal Bajra Sandhi dan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Jokowi. Pementasan selanjutnya dipusatkan di areal Taman Budaya atau lebih dikenal dengan Art Center. Hal yang masih terlihat banyak penontonnya dari tahun ke tahun adalah gong kebyar dan juga hiburan pergaulan rakyat yaitu jogeg bumbung di samping kesenian lain.
Dalam buku ini tidak keseluruhan acara dimuat. Hanya sekilas saja, mudah-mudahan bisa menggambarkan bagaimana kreatifitas seni dalam tahun 2016. Tidak juga untuk pameran kerajinan seperti busana, perhiasan, lukis dan pameran seni lainnya.
Bali memiliki begitu banyak seni budaya. Tidak mungkin bisa semuanya di tampilkan dalam ajang PKB ini. Seni budaya kemungkinan banyak yang sudah tidak dapat kita saksikan saking langka atau malah punah saat ini. Ada yang hilang tentu saja juga bermunculan seni-seni baru juga.
Mohon maaf jika ada kesalahan yang tentunya tidak disengaja. Saran dan masukannya tentunya diharapkan demi perbaikan dikemudian hari. Terima kasih atas semuanya dalam pembuatan buku ini.
Foto dan tek oleh Nyoman Martawan


Karya Pura Dalem Tunon

Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas anugerah yang diberikan kepada kita semua. Semoga semua dalam keadaan yang baik untuk menjalankan kehidupan ini. Tak lupa juga terima kasih atas selesainya pengerjaan buku foto ini.
Pura Dalem Tunon berada di Desa Pakraman Tunon, Singekerta, Ubud, Gianyar-Bali. Berada di areal persawahan yang sangat luas nan indah. Pura Dalem juga berdekatan dengan Pura Prajapati dan Pura Beji desa setempat. Areal pura dalam bentangan ppersawahan di sekelilingnya, masuk ke dalam dari jalan utama dengan aspal sudah sangat baik sehingga mudah dilalu kendaraan.
Dalam buku ini tidak akan dijelaskan makna-makna dari upacara yang ada. Itu sudah banyak terdapat di buku-buku pengetahuan tentang Karya. Beberapa rentetan upacara dari Karya pada dasarnya terlihat sama walau ada beberapa perbedaan, baik waktu tempat dan tentunya kebiasaan dari masing-masing desa. Tentunya yang membedakan adalah adat istiadat dan tradisi.
Karya di Pura Dalem Tunon ini juga langsung dilaksanakan serentak dengan Pura Prajapati dan Pura Beji. Terlihat krama (warga) selalu bersemangat untuk melaksanakan setiap prosesi yang ada. Persiapan Karya sudah dilaksanakan berbulan-bulan. Kalau dilihat dari jadwal yang ada, upacara sudah berlangsung dari Desember 2015 dan terkahir dilaksanakan 17 Mei 2016.
Semua orang dilibatkan dalam pelaksanaan Karya. Mulai dari orang dewasa, orangtua, remaja dan juga anak-anak. Tentunya juga turut ambil peran desa-desa sekitar dalam acara dan prosesi yang membutuhkan banyak orang dan tenaga. Semua dilaksanakan dengan ketulus-iklasan tanpa pambrih.
Berbagai kondisi tentunya sudah bisa terlewati dengan baik. Beberapa prosesi upacara ada yang berlangsung dari pagi bahkan sampai subuh. Suasana terik maupun hujan tidak menyurutkan semangat untuk terus beryadnya.
Buku ini hanya menampilkan foto-foto saja, dengan sedikit keterangan tetang upacara yang berlangsung.
Mohon maaf jika ada kesalahan yang tentunya tidak disengaja. Saran dan masukannya tentunya diharapkan demi perbaikan dikemudian hari. Terima kasih atas semuanya dalam pembuatan buku ini.
Foto dan tek oleh Nyoman Martawan


Panca Wali Krama Pura Penataran Sasih

Terima kasih dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas anugerah yang diberikan kepada kita semua. Semoga kita bisa menjalani kehidupan ini lebih baik dan lebih baik lagi di kemudian hari. Tak lupa juga terima kasih atas selesainya pengerjaan buku foto ini.
Pura Penataran Sasih berada di Pejeng, Gianyar-Bali. Pura ini paling dikenal dengan Pura Bulan (Bulan Pejeng), konon karena ada benda bersejarah di pura yang berbentuk menyerupai bulan. Benda yang disebutkan sebagai nekara prunggu di pura ini juga banyak terdapat berbagai peninggalan seperti arca-arca. Kali ini upacara dilaksanakan di tiga tempat dalam satu kawasan pura. Pura Taman Sari berada di sisi utara dari Pura Penataran Sasih. Pura Taman, berada di sisi timur bawah. Pura Penataran Sasih itu sendiri.
Panca Wali Krama, banyak juga yang menyebut dengan nama Panca Bali Krama adalah upacara dalam tingkatan yang besar dan hanya dilakukan di pura-pura tertentu saja. Tujuan utama dari dilaksanakan upacara ini adalah menjaga keharmonisan alam secara sekala maupun niksala.
Ayahan (pengerjaan) untuk melaksanakan upacara ini sudah dilangsungkan beberapa bulan sebelumnya. Berbagai persiapan dilakukan agar upacara bisa berjalan lancar. Pembuatan sarana upakara yang sangat banyak dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dibagi-bagi kepada setiap kelompok kecil seperti banjar-banjar (bagian kecil dari desa). Untuk pelaksanaanya biasanya juga dibagi dengan tiga, Sulinggih (melaksanaan pemujaan), Tapini (mempersiapakan upakara), Walaka (umat pelaksana). Semua menjadi bagian yang sangat penting dalam pelaksanaan upacara.
Rentetan upacara yang dimulai dari bulan November 2015 dan berakhir, upacara Bulan Pitung Dina pada 4 April 2016. Antusias warga sangat terasa dalam melaksanakan upacara besar ini. Saat upacara tidak hanya warga setempat yang melaksanakan bakti persembahyangan, tapi juga diisi oleh masyarakat umum dari luar desa karena pura ini termasuk pura khayangan jagat. Pada saat ritual Resi Bojana dijelaskan oleh Yajamana Karya (Pemimpin upacara) bahwa upacara Panca Wali Krama Pura Penataran Sasih Pejeng ini baru pertama kali dilaksanakan. Ini mengacu pada prasasti-prasasti yang telah dibaca. Mungkin saja upacara sejenis ini pernah dilakukan di pura yang sudah berumur ribuan tahun ini dengan nama yang berbeda.
Mohon maaf jika ada kesalahan yang tentunya tidak disengaja. Saran dan masukannya tentunya diharapkan demi perbaikan dikemudian hari. Terima kasih atas semuanya dalam pembuatan buku ini.
Foto dan tek oleh Nyoman Martawan


Angkul-Angkul Bali

Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas anugerah yang diberikan kepada kita semua. Kehidupan mungkin tidak sesuai dengan apa yang kita pikirkan tapi patut kita nikmati. Senang sekali karena buku ini bisa selesai.
Angkul-angkul merupakan sebutan untuk pintu pagar di Bali. Tempat masuk menuju halaman rumah atau pun keluar menuju jalan, layaknya gerbang utama. Bentuknya pun beraneka ragam dan disesuaikan dengan keinginan atau kemampuan dari sang pemilik rumah. Ada yang besar, kecil, penuh dengan ukiran atau pun polos. Penyebutan nama-nama berbeda seperti kori, pamesuan, pamedal di beberapa tempat memang berbeda-beda. Di sini tidak akan dijelaskan secara mendetail bagaimana aturan-aturan dalam membuat angkul-angkul, melainkan hanya menampilkan beberapa contoh foto angkul-angkul tradisional Bali yang ada pada saat ini.
Dalam pembuatan angkul-angkul ini juga dilakukan dalam desawa ayu (hari baik) sehingga tidak terjadi masalah-masalah yang ditimbulkan baik secara alam nyata dan spiritual. Keyakinan orang Bali akan hal-hal yang tampak maupun tak terlihat masih sangat kuat. Hal-hal negatif yang sangat dihindari biasanya adalah permasalahan rumah tangga yang terjadi, sering adanya pertengkaran suami-istri, keluarga sering sakit-sakitan atau kecelakaan. Yang paling sederhana adalah penghuni rumah merasa sering tidak betah tinggal di rumah, pinginnya keluar terus untuk jalan-jalan. Yang ingin didapatkan yaitu kebalikanya, keharmonisan rumah tangga, suasana rumah terasa asri dan nyaman, seluruh keluarga berlimpah rejeki.
Berbeda dengan bangunan seperti pura, pintu pagar rumah dibuat hanya satu saja. Sedangkan pura biasanya dibuat tiga pintu, satu pintu utama dan dua lagi mengapit di sisi kanan dan kiri. Pintu utama (candi bentar/candi kurung) dibuat untuk keluar masuk lambang-lambang suci pura sedangkan pintu kiri kanan untuk umat. Walau setiap daerah tentunya memiliki kebiasaan dan aturan yang berbeda. Pintu pagar yang dibuat lebih dari satu diyakini akan membawa hal-hal yang bersifat negatif, seperti boros atau sering terjadi malapetaka. Walau dalam perkembanganya beberapa rumah terlihat memakai dua pintu pagar satu untuk jalan keluar masuk orang dan satunya untuk mobil.
Semoga foto-foto dapat dinikmati walau kadang ada pandangan yang berbeda dari masing-masing orang yang melihatnya!
Mohon maaf jika ada kesalahan yang tentunya tidak disengaja. Saran dan masukannya tentunya diharapkan demi perbaikan dikemudian hari. Terima kasih atas semuanya dalam pembuatan buku ini.
Foto dan tek oleh Nyoman Martawan



Panca Wali Krama Pura Samuantiga

Terima kasih dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas anugerah yang diberikan kepada kita semua. Semoga kita bisa menjalani kehidupan ini lebih baik dan lebih baik lagi di kemudian hari. Tak lupa juga terima kasih atas selesainya pengerjaan buku foto ini.
Pura Samuantiga berada di Bedulu, Gianyar-Bali. Dari buku dan brosur yang didapatkan di pura konon Pura Samuantiga berdiri berbarengan dengan Pura Tirta Empul sekitar 962 Masehi menurut Tatwa Siwa Purana. Lontar Kutara Kanda Dewa Purana Bangsul menyebutkan Pura Samuantiga sebagai tempat pertemuan tokoh-tokoh agama dan kepercayaan. Babad Pasek juga menyebutkan bahwa pada masa pemerintahan Gunapriya Dharmapatni dan Udayana diselenggarakan tokoh agama Siwa, Budha dan Baliaga.
Prihal Pura Samuantiga dalam lontar Tatwa Siwa Purana, Khususnya lembar 11 yang berkaitan dengan penyebutan Pura Samuantiga, antara lain disebutkan:
“... samalih sapamadeg idane prabu Candrasangka mangwangun pura saluwire: Penataran Sasih, Samuantiga, hilen-hilen rikala aci, nampyog nganten, siyat sampian, sanghyang jaran nglamuk beha, mapalengkungan siyat pajeng, pendet, hana bale pgat, pgat leteh”.
Artinya : “... dan lagi semasa pemerintahan beliau Prabu Candrasangka, membangun pura antara lain: Penataran Sasih, Samuantiga, tari-tarian di saat upacara, nampyog nganten, siyat sampian, sanghyang jaran menginjak bara, mapalengkungan perang payung, pendet dan ada bale pegat, menghapus kaletehan”.
Dalam setiap pelaksanaan Piodalan atau Mapadudusan yang dilaksanakan setiap setahun sekali, rangkaian pelaksaaannya sudah terpolakan sedemikian rupa. Diawali dengan Nyambut Karya dilaksanakan pada hari tilem atau 15 hari sebelum puncak upacara. Disaat Nyambut karya, ditandai dengan dimulainya membuat sarana upacara oleh para pangayah yaitu permas. Sendangkan para anak-anak mulai ngayah ngambeng sebagai simbolis Dewa, yaitu mencari sarana upacara dari rumah ke rumah sekaligus sebagai pemberitahuan tentang akan dilaksanakan karya
Dari seluruh uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa Pura Samuantiga merupakan kahyangan jagat untuk memohon kesejahteraan sekaligus merupakan pura kawitan atau cikal bakal adanya desa pakraman di Bali. Untuk tidak melupakan sejarah dan asal muasal sudah sepatutnya bila setiap piodalan atau karya di khayangan tiga di desa pakraman agar nunas pakuluh di Pura Samuantiga.
Mohon maaf jika ada kesalahan yang tentunya tidak disengaja. Saran dan masukannya tentunya diharapkan demi perbaikan dikemudian hari. Terima kasih atas semuanya dalam pembuatan buku ini.
Foto dan tek oleh Nyoman Martawan